Tak Hanya Turis Spanyol, Bahkan Biawak Pun Mengalami Kekerasan Seksual di India

Peristiwa tragis yang menimpa seorang turis Spanyol yang diperkosa oleh tujuh pria mengingatkan pada kasus yang sama sekali berbeda. Di negara yang sama, empat pria India tertangkap karena memerkosa seekor biawak Bengal.

Kasus ini merupakan kenyataan yang memilukan di India. Bukan hanya turis Spanyol, bahkan biawak pun menjadi korban pemerkosaan di negara tersebut.

Baca Juga : Manipulasi Kenyataan Ala Seno Gumira Ajidarma

Dilaporkan bahwa insiden pemerkosaan terhadap biawak terjadi pada tahun 2022 di Maharashtra, India. Otoritas hutan setempat berhasil menangkap empat pemburu yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap biawak Bengal di Cagar Alam Harimau Sahydari. Para petugas kehutanan mengetahui kejadian ini saat memeriksa ponsel tersangka.

Keempat terdakwa, yang diketahui sebagai pemburu, dituduh masuk ke zona inti Cagar Alam Harimau Sahydari di daerah Gabha di Gothane dan melakukan tindakan keji tersebut. Mereka juga membunuh dan mengonsumsi daging biawak tersebut.

“Pernah saya melihat kejahatan semacam ini sebelumnya,” kata Vishal Mali, seorang penjaga hutan perancatoto kepada Vice.

“Mereka [pelaku] berusia 20 hingga 30 tahunan, dan sepertinya mereka melakukan tindakan tersebut hanya untuk kesenangan semata. Tidak ada motif religius atau ilmu hitam yang terlibat,” tambahnya.

Departemen Kehutanan Maharashtra menemukan bukti foto dan video di ponsel tersangka yang menunjukkan mereka melakukan pemerkosaan terhadap biawak secara beramai-ramai. Dengan bantuan rekaman CCTV, petugas kehutanan berhasil melacak para tersangka.

Pejabat kehutanan berniat membawa kasus ini ke Pengadilan Pidana India untuk menuntut para terdakwa. Jika terbukti bersalah, para terdakwa dapat dihukum dengan penjara hingga tujuh tahun sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Satwa Liar 1972 yang melindungi spesies biawak Bengal.

Sumber : DetikTravel

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *